TANAMAN GANDUM

Sejarah dari tanaman gandum dimulai dari masyarakat prasejarah yang sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian lainnya sebagai sumber makanan dan sumber pangan bagi mereka. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM. (Hariadi Ihsan, 2000).

Secara morfologi, biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan. Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. (Ilmi Irfan, 2010).

Tanaman gandum termasuk tanaman monokotil atau tanaman dengan biji berkeping satu sehingga tipe perkecambahan pada tanaman sorgum adalah Hipogeal yaitu pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Tanaman gandum tergolong tanaman menyerbuk sendiri secara alami sebab letak bunga jantan dan bunga betina tidak terpisah tetap dalam satu tempat. Karena tanaman sorgum menyerbuk sendiri sehingga penyerbukannya juga dilakukan dengan bantuan angin atau biasa disebut dengan Anemogami. (Ilmi Irfan, 2010).

Lingkungan atau syarat tumbuh tanaman gandum antara lain ketinggian tempat penanaman sekitar 400-800 meter dari permukaan laut. Tanaman gandum dapat tumbuh baik dan berproduksi tinggi pada kisaran suhu 10-25 derajat Celcius, fotoperiodisme yang panjang, bercurah hujan 350-1.250 mm dengan kondisi kering pada masa pemasakan biji, sedang saat pembentukan bunga yang fertil dibutuhkan suhu rendah. Gandum umumnya ditanam pada curah hujan makin menipis selama sekitar sebulan. Selama sebulan, benih itu memperoleh perlakuan khusus dengan siraman air (gembor) sehari semalam penuh, dibiarkan dua hari, dan di hari keempat disiram lagi sehari semalam. Bulan berikutnya mulai perawatan dengan pupuk kimiawi, menyusul pupuk kandang yang sudah ditaburkan pada bedeng sampai umur dua bulan. Udara yang kering bersuhu rendah akan membuat biji gandum masak secara sempurna. Gandum potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah pinggiran yang kering.

Berbagai varietas tanaman gandum antara lain common gandum atau gandum Roti (T. aestivum) merupakan varietas yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Durun (T. durum) salah satu varietas yang juga banyak digunakan saat ini, dan gandum paling banyak dibudidayakan kedua. Einkron (T. monococcum) merupakan gandum varietas liar. Emmer (T. dicoccum) yang dibudidayakan di zaman dulu tetapi tidak lagi digunakan secara luas. Spelt (T. spelta)varietas yang dibudidayakan dalam jumlah terbatas. Varietas ini yang digunakan di Amerika Serikat. Durun, Sangat keras, transparan, berwarna butiran cahaya yang digunakan untuk membuat semolina tepung untuk pasta. Hard Red Spring, kecoklatan, berprotein tinggi, digunakan juga sebbagaibaku roti panggang. Hard Red Winter, kecoklatan, lembut tinggi protein gandum yang digunakan untuk roti, roti keras dan sebagai tambahan dalam tepung lainnya untuk meningkatkan protein dalam tepung kue untuk pie kerak. Soft Red Winter, rendah protein gandum yang digunakan untuk kue, kerak kue, biskuit, dan muffin. Hard Putih , berwarna terang, buram. Digunakan untuk roti dan pembuatan bir. Soft White, lembut, berwarna terang Digunakan untuk kerak pie dan kue kering. (Zufrizal, 2003).

Kandungan gizi dari gandum antara lain mengandung sekitar 12,6 gram protein , 1,5 gram total lemak , 71 gram karbohidrat (adanya perbedaan), 12.2 gram makanan serat , dan 3,2 mg besi (17% dari harian persyaratan); berat yang sama musim semi gandum merah keras mengandung sekitar 15,4 gram protein , 1,9 gram total lemak , 68 gram karbohidrat (adanya perbedaan), 12.2 gram makanan serat , dan 3,6 mg besi (20% dari harian kebutuhan). Sebagian besar fraksi karbohidrat gandum pati . pati gandum adalah produk komersial yang pentin g dari gandum, tetapi kedua dalam nilai ekonomi bagi gluten gandum. Bagian-bagian utama dari tepung gandum gluten dan pati. Ini dapat dipisahkan dalam jenis percobaan rumah, pencampuran dengan tepung dan air untuk membentuk bola kecil adonan, dan meremas lembut sambil membilasnya dalam semangkuk air. pati jatuh keluar dari adonan dan tenggelam ke dasar mangkuk, meninggalkan bola gluten. (Zufrizal, 2003).

LATAR BELAKANG

Bagi bangsa Indonesia, tepung terigu merupakan bahan makanan pokok penting kedua setelah beras, dimana kebutuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Makanan populer Indonesia yang berbahan baku tepung terigu seperti mie, bakso, roti, martabak, bermacam jenis kue dan sebagainya hampir dapat dijumpai di semua lapisan masyarakat. Pada umumnya masyarakat Indonesia sudah mengenal dengan baik tepung terigu namun hanya sedikit orang yang mengetahui tanaman gandum, yaitu tanaman yang menghasilkan biji gandum untuk bahan baku pembuatan tepung terigu.

Pada saat ini seluruh kebutuhan tepung terigu dalam negeri dipenuhi dari impor dalam bentuk biji gandum yang kemudian diproses menjadi tepung terigu oleh industri penepungan seperti P.T. Bogasari Flour Mills. Volume impor biji gandum Indonesia sangat tinggi dimana data terkini (2003) mencatat lebih dari 4 juta ton per tahun. Volume impor biji gandum diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang, utamanya sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan adanya perubahan pola makan rakyat Indonesia. Semakin berkembangnya fast food khususnya di kota-kota besar, akan mendorong peningkatan konsumsi tepung terigu. Selain itu, dengan telah dicanangkan program diversifikasi pangan oleh pemerintah, yang menganjurkan agar rakyat tidak hanya makan nasi sebagai sumber karbohidrat sementara sumber karbohidrat lainnya masih belum mencukupi, cenderung akan terus meningkatkan konsumsi tepung terigu di Indonesia.

Atas dasar kenyataan tersebut di atas, bangsa Indonesia perlu kiranya segera memulai penggalian potensi tanaman gandum yang dapat tumbuh dan berkembang di alam tropis seperti Indonesia.

Masyarakat prasejarah sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian lainnya sebagai sumber makanan. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM.

Klasifikasi

Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku. Gandum dapat diklasifikasikan berdasarkan tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam. Berdasarkan tekstur kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum. Sementara itu berdasarkan warna bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah) dan white (putih). Untuk musim tanam, gandum dibagi menjadi winter (musim dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum gandum diklasifikasikan menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.

T. aestivum (hard wheat)

T. aestivum adalah spesies gandum yang paling banyak ditanam di dunia dan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti karena mempunyai kadar protein yang tinggi. Gandum ini mempunyai ciri-ciri kulit luar berwarna coklat, bijinya keras, dan berdaya serap air tinggi. Setiap bulir terdiri dari dua sampai lima butir gabah.

T. compactum (soft wheat)

T. compactum merupakan spesies yang berbeda dan hanya sedikit ditanam. Setiap bulirnya terdiri dari tiga sampai lima buah, berwarna putih sampai merah, bijinya lunak, berdaya serap air rendah dan berkadar protein rendah. Jenis gandum ini biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kadang-kadang membuat roti.

T. durum (durum wheat)

T. durum merupakan jenis gandum yang khusus. Ciri dari gandum ini ialah bagian dalam (endosperma) yang berwarna kuning, bukan putih, seperti jenis gandum pada umumnya dan memiliki biji yang lebih keras, serta memiliki kulit yang berwarna coklat. Gandum jenis ini digunakan untuk membuat produk-produk pasta, seperti makaroni, spageti, dan produk pasta lainnya.

Morfologi biji

Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.

Bran

Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total keseluruhan gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Epidermis merupakan bagian terluar biji gandum, mengandung banyak debu yang apabila terkena air akan menjadi liat dan tidak mudah pecah. Fenomena inilah yang dimanfaatkan pada penggilingan gandum menjadi tepung terigu agar lapisan epidermis yang terdapat pada biji gandum tidak hancur dan mengotori tepung terigu yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang terkandung dalam bran adalah protein larut (albumin dan globulin).

Endosperma

Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%) yang banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah yang akan diambil sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu. Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang kandungannya akan semakin kecil jika mendekati inti dan akan semakin besar jika mendekati kulit.

Lembaga

Lembaga terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan cadangan makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih hidup bahkan setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat sedikit molekul glukosa, mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan terjadi perkecambahan yaitu biji gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum yang baru. Perkecambahan merupakan salah satu hal yang harus dihindari pada tahap penyimpanan biji gandum. Perkecambahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif hangat dan kandungan oksigen yang melimpah.

Tepung terigu

Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mie dan roti. Kata terigu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis, trigo, yang berarti “gandum”.

Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu. Tepung terigu juga berasal dari gandum, bedanya terigu berasal dari biji gandum yang dihaluskan, sedangkan tepung gandum utuh (whole wheat flour) berasal dari gandum beserta kulit arinya yang ditumbuk.

Pembuatan tepung terigu

Tepung terigu diperoleh dari hasil penggilingan biji gandum yang mengalami beberapa tahap pengolahan (Paul & Helen 1972). Beberapa tahap proses pengolahan tersebut adalah tahap persiapan dan tahap penggilingan. Tahap persiapan meliputi proses cleaning (pembersihan), dampening (pelembapan), dan conditioning (pengondisian). Pada tahap cleaning, gandum dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti debu, biji-biji lain selain gandum (seperti biji jagung, kedelai), kulit gandum, batang gandum, batu-batuan, kerikil, logam, dan lain-lain. Kontaminan-kontaminan tersebut harus dipisahkan dari gandum sebelum proses penggilingan. Penggunaan ayakan kasar dan magnet dapat memisahkan benda-benda asing dan substansi logam yang terdapat pada gandum. Kontaminan kecil memerlukan perlakuan khusus untuk memisahkannya dari gandum.

Gandum yang telah dibersihkan mengalami proses selanjutnya yaitu proses dampening dan conditioning. Proses dampening adalah proses penambahan air agar campuran gandum memiliki kadar air yang diinginkan. Proses dampening tergantung pada kandungan air dari gandum, kepadatan, dan kekerasan biji gandum. Jumlah air yang ditambahkan dapat dihitung secara matematis dengan menggunakan persamaan:

W adalah jumlah air yang ditambahkan (kg), M2 adalah kadar air yang diinginkan (%), M1 adalah kadar air gandum awal (%), dan Q adalah berat gandum (kg).

Setelah melalui proses dampening selanjutnya gandum mengalami conditioning dengan menambahkan air pada gandum dan didiamkan selama waktu tertentu agar air benar-benar meresap. Tahap ini bertujuan untuk membuat kulit gandum menjadi liat sehingga tidak hancur pada saat digiling dan dapat mencapai kadar air tepung terigu yang diinginkan serta memudahkan endosperma terlepas dari kulit dan melunakkan endosperma.

Tahap selanjutnya adalah tahap penggilingan yang meliputi proses breaking, reduction, sizing, dan tailing. Prinsip proses penggilingan adalah memisahkan endosperma dari lapisan sel aleuron atau lapisan kulit. Diawali dengan proses breaking, endosperma dihancurkan menjadi partikel-partikel dalam ukuran yang seragam dalam bentuk bubuk seukuran tepung. Tahap penggilingan selanjutnya adalah proses reduction, yaitu endosperma yang sudah dihancurkan diperkecil lagi menjadi tepung terigu, untuk selanjutnya diayak untuk dipisahkan dari bran dan pollard. Selama proses penggilingan dihasilkan produk-produk samping seperti dedak, pollard, pellet, dan tepung industri. Tujuan dari tahap penggilingan ini untuk memperoleh hasil ekstraksi yang tinggi dengan kualitas tepung yang baik. Proses tepung yang baik umumnya menghasilkan 74-84% tepung terigu sedangkan bran dan pollard kira-kira 20-26%. Tepung hasil produksi dianalisis di laboratorium kendali mutu untuk dianalisis kandungan-kandungan dalam tepung terigu yang meliputi penetapan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar gluten, uji warna, uji farinograph, ekstensograph, alveograph, amylograph, serta analisis mikrobiologi.

Jenis tepung terigu

  • Tepung berprotein tinggi (bread flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein tinggi, antara 11%-13%, digunakan sebagai bahan pembuat roti, mi, pasta, dan donat.
  • Tepung berprotein sedang/serbaguna (all purpose flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein sedang, sekitar 8%-10%, digunakan sebagai bahan pembuat kue cake.
  • Tepung berprotein rendah (pastry flour): mengandung protein sekitar 6%-8%, umumnya digunakan untuk membuat kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit gorengan ataupun keripik.

BUDIDAYA GANDUM DI INDONESIA

Telah kita ketahui bersama gandum adalah bahan utama dalam pembuatan mie dan roti. Namun sampai saat ini pemerintah masih mengimpor semua kebutuhan gandum di Indonesia. Padahal banyak wilayah di Indonesia yang memenuhi syarat untuk budidaya gandum. Sehingga perlu di budayakan menanam gandum di Indonesia supaya Impor gandum bisa terkurangi.

Tanaman gandum akan tumbuh baik di indonesia dengan kondisi suhu udara 15-25C dengan keasaman tanah yang netral pH 6,5-7,1. Segala jenis lahan bisa kecuali tanah yang tergenang air.

Dalam satu tahun sebaiknya gandum ditanam satu kali, yaitu mulai bulan maret-mei dan panen juli-september.

Kebutuhan bahan :

  1. 75-100 kg benih gandum
  2. 45-100 kg Sp36
  3. 1-5 ton kompos

Cara tanam :

  1. Tanah dicangkul
  2. Ratakan permukaan tanah
  3. Buat alur dengan jarak 20-30 cm.
  4. Kedalam alur taburkan kompos matang, Sp36 dan benih
  5. Tutup alur tadi dengan tanah dari alur yang tak ditaburi benih
  6. Akan terbentuk bedengan setelah penutupan alur

Pemeliharaan :

  1. 7-14 Hst: Taburkan 30-35 Kg urea/ Ha dan 30-35 Kg Kcl/ Ha.
  2. 35, 45, 55, 65, 75 dan 90 Hst Hst: Semprot dengan Pupuk pelengkap cair
  3. Pada dasarnya hama dan penyakit gandum sangat minim sekali, hama paling dominan adalah aphids sedangkan penyakitnya bisa dibilang tidak ada penyakit yang berarti.

Pemanenan :

  1. Pada prinsipnya panen dilakukan ketika biji sudah masak morfologis maupun masak fisiologis (biji sudah keras     dan berwarna kuning coklat mengkilat dengan kadar air biji 12-14% dan spike sudah melengkung tajam)
  2. Pemanenan dilakukan dengan menyabit batang setinggi 25 cm dari permukaan tanah
  3. Jerami beserta malai dirontokkan dengan power thrasser padi, pedal thrasser maupun digepyok
  4. Usahakan panen saat musim kemarau sehingga memudahkan pengeringan dan perontokan biji
  5. Malai gandum yang dirontokkan menghasilkan biji gandum.
  6. Biji gandum dapat diolah secara sederhana supaya menjadi beras gandum yaitu dengan ditumbuk ringan   kemudian ditampi.

SYARAT TUMBUH TANAMAN GANDUM

Iklim

· Ketinggian diatas lahan yang sesuai 800 m dpl
· Suhu Optimum 20 ­ 25°C
· Curah hujan 600 ­ 825 mm/tahun
· Kelembapan rata­rata 80 ­ 90%
·  Intensitas penyinaran 9 ­ 12 jam/hari

Tanah

· Jenis tanah adalah Andosol, Regosol kelabu, Latosol dan Aluvial
· pH tanah berkisar 6 ­ 7
· Syarat  tanah  yang  baik  untuk  pertumbuhan  tanaman  gandum adalah  : a). hara yang diperlukan cukup tersedia, b).tidak ada zat toksit, c). kelembaban mendekati kapasitas lapang, d).  suhu tanah  rata­rata  berkisar  15  ­  28°  C,  e).  aerasi  tanah  baik,  f).tidak  ada  lapisan  padat  yang  menghambat  penetrasi  akar gandum untuk menyusuri tanah.

Cara Pengolahan Tanah

· Tanah dicangkul sedalam 25-30 cm setelah  tanah  dicangkul, dibiarkan/diangin­anginkan selama 7 hari
· Penggemburan tanah dilakukan agar bongkahan tanah menjadi butiran yang lebh halus
· Kemudian tanah dianginanginkan selama 7 hari agar terhindari dari unsur-unsur  beracun yang kemungkinan ada di dalam tanah

Pembuatan Bedengan

· Setelah tanah diolah/digemburkan dibuat bedengan selebar 200 cm. Panjang bedengan menyesuaikan kondisi lahan
· Diantara bedengan dibuat selokan selebar 50 cm dan sedalam 25 cm
· Tanah dari galian selokan diambil dan ditaburkan diatas bedengan sehingga  menambah tinggi bedengan
· Permukaan bedengan dihaluskan dan diratakan sehingga rata benar
· Pada setiap bedengan nantinya terdapat ± 8 barisan tanaman dengan jarak antar  baris 25 cm.

Penanaman

Varietas  yang  ada  dan  pernah  dikembangkan  di  Indonesia  baru beberapa  varietas  di  antaranya  Nias,  Timor,  Selayar  dan  Dewata namun  dari ke 4 varietas tersebut yang banyak di tanamoleh petani varietas Selayar dan Dewata.

Kebutuhan Benih

Benih  yang  digunakan  hendaknya  benih  bermutu,  hal  ini  sangat penting  disamping  untuk menghasilkan  produksi  yang  tinggi  juga tahan  terhadap  hama  dan  penyakit  yang  menyerang.  Kebutuhan benih  per  hektar  100  kg  atau  sama  dengan  1  kg/100 m²  dengan sistim  larikan  jika  ditanam  dengan  sistim  tugal  kebutuhan  benih bisa kurang dari 100 kg/ha.

Waktu Tanam

Tanam yang tepat adalah pada awal musim kemarau dan di akhir musim penghujan, pada sebagian besar daerah di  Pulau Jawa biasanya  berada  di  antara  bulan  April - Mei  dimana  di  perkirakan curah  hujan  tidak  terlalu  tinggi.  Namun  demikian,  ada  beberapadaerah yang waktu tanamnya tidak pada bulan­bulan tersebut. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut mempunyai musim kemarau dan penghujan yang berbeda.

Cara Bertanam

· Buat alur/larikan pada bedengan dengan jarak antara 25 cm.
· Benih  yang  akan  ditanam,  dicampur  terlebih  dahulu  dengan Dithane.
· Benih  dimasukan  dalam  alur  sedalam  3,5  cm  dengan  cara seretan.
· Taburi  Furadan  ditempat  biji  dalam  alur,  kemudian  ditutup dengan  tanah  halus. Pemberian Furadan dimasukan agar benih tidak terkena hama dan penyakit.

Pengairan

· Pada waktu setelah tanam yang diikuti pemupukan ke I lahan perlu diairi agar  benih berkecambah dan dapat tumbuh dengan baik.
· Pada waktu tanaman berumur 30 HST (hari setelah tanam) yaitu pada waktu  setelah penyiangan dan pemupukan ke II,tanaman perlu diairi agar dapat menyerap pupuk dengan baik.
· Waktu tanaman berumur 45-65 HST yakni pada waktu fase bunting sampai  keluar malai, tanaman perlu diairi agar jumlah bunga dan biji yang dihasilkan  banyak.
· Pada fase pengisian biji sampai masak (± 70/90 HST) tanaman perlu diairi agar  tidak menurunkan berat biji yang dihasilkan.

Pemupukan

Waktu pemupukan dapat dilakukan sebelum tanam atau pada saat tanam sebagai pupuk dasar.  Pupuk pertama diberikan TSP dan KCl serta sebagaian pupuk N. Dosis pupuk dapat ditentukan oleh jumlah hara  yang  tersedia  didalam  tanah. Biasanya pupuk organik 10 ton/ha, sedangkan pupuk anorganik 120sampai 200 kg N/ha,  P 45sampai150 kg/ha dan 30sampai70 kg K/ha.

Pemberian pupuk Urea dapat diberikan 2 ­sampai3 kali.
Pemberian I     : Sepertiga  bagian  bersama  dengan  pupuk  P  dan  K dalam bentuk pupuk majemuk.
Pemberian II   : Sepertiga bagian pada saat bertunas 25-30 hari setelah tanam.
Pemberian III  : Sisanya  pada  saat  pembentukan  primordia  bunga untuk  mendorong pembentukan malai, butir gandum dan peningkatan protein.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan 2 sampai 3  kali  tergantung banyaknya populasi gulma.

Penyiangan I   : tanaman berumur 1 bulan
Penyiangan II  : dilakukan 3 minggu dari penyiangan pertama
Penyiangan III: tergantung banyaknya dan tingginya populasi gulma.

Sumber : wikipedia

5 Comments

  1. Ping-balik: Budidaya Tanaman | GunCitorvum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s